Minggu, 05 Juni 2016

Merawat Kembali Semangat Ibnu Sina

Zuardin
(Dosen Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA)

Kampus UIN Sunan Ampel terus melakukan pembenahan sejak transformasi status menjadi universitas. Di saat bersamaan, turut dibuka Fakultas Psikologi dan Kesehatan sebagai bagian dari keluarga besar.
Ada semangat, ada harapan dan ada cita-cita besar dalam keluarga yang baru terlahir. Pada civitas akademika sangat terasa keramahan dan interaksi sosial antar keluarga secara Islami sehingga semua merasa sangat nyaman (feel at home).
Countdown to Ourselves
Dalam visi besar UINSA, terdapat substansi spritualisasi sains. “Gayung bersambut” maka sangat pantaslah dalam pengembangan Fakultas Psikologi dan Kesehatan tersebut ada Role Model yang bisa dijadikan teladan. Salah satu tokoh besar dalam bidang Kedokteran dan Kesehatan Islam adalah Ibnu Sina, Intelektual Timur yang memberikan sumbangsih besar sebagai peletak dasar Ilmu Kedokteran dan Kesehatan di Barat atau biasa lebih dikenal dengan Avicenna.
Ibnu Sina dianggap sebagai Bapak dari pengobatan Modern, dan Farmakologi khususnya untuk pengenalan sistematis, eksperimen dan hitungan ke dalam studi fisiologi, sifat infeksius penyakit, pengenalan Karantina untuk membatasi penyebaran penyakit menular, pengenalan percobaan obat-obatan, berdasarkan bukti-obat dan uji Klinis (The Bioghraphy of Avicenna)
Jika semangat-semangat beliau telah berhasil diwujudkan pada abad ke 12 Masehi. Maka pada konteks kekinian Generasi Modern seharusnya dapat mewujudkan sumbangsih yang lebih banyak.
Degradasi Kepercayaan Diri
Dewasa ini, proses belajar mengajar bidang kedokteran dan Kesehatan sangat ketegantungan dengan dunia Barat yang terus mengembangkan diri sehingga kita semakin jauh tertinggal. Seyogyannya, jika kita melakukan kilas balik sejarah ketika bangsa barat masih tenggelam dengan dunia magis dan mitologis bangsa Timur telah mencapai kemajuannya di bidang kedokteran dan kesehatan.
Pada hari ini, umat Islam justru menjadi pengikut dan pengagum dari Barat yang dahulu justru banyak belajar dari dunia Timur. Ilmu pengetahuan tidak bisa berkembang dengan baik, generasi hari ini hanya menjadi pengikut dari ilmu pengetahuan yang terus di reproduksi orang Barat (Yusran Darmawan).
Dalam pendekatan Epidemiologi, struktur manusia dan lingkungan dunia Barat dan timur memiliki perbedaan yang cukup banyak. Sehingga subjeknya pun dipastikan memiliki banyak perbedaan. Oleh karena itu, Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN SA diharapkan menjawab tantangan tersebut dan memiliki peran penting dalam Problem Solving kesehatan bangsa yang semakin rumit.
Memperkokoh Semangat Baru
Penguatan Semangat dilakukan secara terus-menerus yang di Nahkodai oleh Prof. Dr. Mohammad Sholeh yang telah berhasil melakukan riset-riset mutakhir di bidang Psikologi dan Kesehatan serta Melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya di Bidang Kesehatan dengan Mendirikan Rumah Sehat Avicenna yang syarat akan nilai-nilai Islam.
Akhirnya, Sebagai generasi baru, semangat baru dan rezim kesehatan yang memegang tongkat estafet berikutnya, berupaya merawat semangat Ibnu Sina, para Murid beliau dan mengembangkannya sesuai konteks kekinian. Menyeimbangkan ketertinggalan dalam Kedokteran dan Kesehatan kontemporer merupakan suatu keniscayaan sesuai tantangan Zaman.

Sumber : http://www.uinsby.ac.id/kolom/id/24/merawat-kembali-semangat-ibnu-sina


Tidak ada komentar:

Posting Komentar