Oleh: KH. Drs. Misbahul Munir, M.Ag
(Kepala Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel)
Pusat Ma’had al-Jami’ah (PMA) dan Masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya turut menyemarakkan bulan suci Ramadhan melalui beberapa agenda kegiatan, seperti kajian kitab Kuning, menerima dan membagikan infak, sholat Tarawih dan lain-lain. Beberapa hari lalu Pusat Ma’had al-Jami’ah melalui Masjid Ulul Albab UINSA membagikan bingkisan bagi masyarakat umum menjelang buka puasa Ramadhan.
Sebagai
agenda tahunan, kegiatan ini dianggap penting sebab menjadi salah satu
alternatif kegiatan yang dipandang mampu mendongkrak’ pelakunya merebut
bonus-bonus pahala yang memang dijanjikan melalui bahasa agama,
sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk selalu menumbuhkan kebaikan.
Secara
sosiologis, ada 2 pelajaran berharga yang dipetik dari
kegiatan-kegiatan Ramadhan yang dilakukan oleh PMA, khususnya pembagian
bingkisan jelang berbuka puasa. Pertama, pentingnya
kebersamaan. Prinsip ini setidaknya bisa dilihat dari proses-proses
menuju terselengaranya acara ini, yakni adanya keterlibatan unsur-unsur
civitas akademika kampus UIN, yang terdiri atas tenaga pendidik dan
kependidikan. Untuk itu, sebagai penyelenggara PMA mengucapkan terima
kasih.
Di
luar itu, dalam konteks yang lebih luas prinsip-prinsip kebersamaan itu
penting dibangun dalam semua ranah kehidupan, terlebih di lingkungan
kampus. Dengan kebersamaan itulah, mimpi kolektif tentang sebuah
cita-cita akan mudah diwujudkan, berbeda ketika kebersamaan itu hilang
diganti dengan sikap saling tidak percaya atau bahkan saling “Curiga”.
Pepatah Arab mengatakan bahwa al-Jama’ah Rahmatun wa al-furqatu ‘Adhabun (Kebersamaan/Jama’ah
adalah Rahmat dan bercerai berai adalah siksaan). Dari pepatah ini,
dipahami bahwa kebersamaan akan melahirkan sifat kasih sayanya antar
sesama. Sebaliknya, bercerai-berai akan memunculkan siksaan, tepatnya
situasi tidak menguntungkan bagi yang lain.
Kedua,
kepedulian kepada sesama. memberikan makanan jelang berbuka hakekatnya
menumbuhkan sikap peduli kepada sesama,. Prinsip peduli pada dasarnya
menegaskan pemahaman bahwa kita hidup tidak sendiri, tapi ber-sosial.
Karena bersosial, maka penghargaan kepada orang lain sejatinya adalah
penghargaan pada diri sendiri sebab orang lain adalah cermin dari
keberadaan kita. Bisa dibayangkan bagaimana kita hidup sendirian di
hutan luas, tidak ada orang dan kehidupan sedikitpun. Pastinya, perasaan
tersiksa akan terasa sebab semua kebutuhan hidup ini memiliki jejaring
dengan kehidupan orang lain, termasuk dengan hewan sekalipun.
Untuk
itulah, prinsip berbagi harus dijadikan modal bagi kita –khususnya
sebagai insan akademik—dalam rangka menjaga kesenjangan antara kesalehan
individual dengan kesalehan sosial agar tidak semakin melebar sebab
Islam mengajarkan agar kita bersikap balance dalam rangka menuai kebaikan di dunia, sekaligus di akhirat (rabbana atina fi al-dunya hasanah wa fil akhirat hasanah….). Dan sikap berbagi ini sekaligus dalam rangka menjaga gap
antara teori dan praktik, dimana secara teoritis-normatif kita meyakini
bahwa perintah berbagi adalah anjuran agama sebagaimana termaktub dalam
al-Qur’an maupun praktik-praktik kenabian (hadith)
Akhirnya, patut kiranya diperhatikanbahwa kebersamaan perlu terus
dipupuk, bahkan perlu ditingkatkan secara terus menerus hingga pasca
Ramadhan berlalu. Alasannya, hanya dengan cara-cara seperti ini
kesulitan apapun yang kita hadapi dalam hidup akan mudah disikapi untuk
selanjutnya, sekaligus berkat pertolongan Allah,akan ditemukan solusinya. SELAMAT BERPUASA.
Sumber http://www.uinsby.ac.id/kolom/id/33/makna-kebersamaan-untuk-berbagi
|
Blog Ini Berisi Tentang Artikel, Berita, yang diambil dari berbagai macam sumber media cyber, maupun cetak yang bertujuan memberikan informasi kepada khalayak luas guna memberi tambahan refrensi bagi para pembaca. Selain itu Blog ini juga terdapat tulisan asli pemilik akun Blog ini yaitu Lukman Alfarisi, baik yang sudah pernah muncul di media maupun tidak.
Minggu, 05 Juni 2016
MAKNA KEBERSAMAAN UNTUK BERBAGI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar