Fajar Setiawan
Dosen Teknik sipil UIN Sunan Ampel
Syukur
alhamdullilah,, pembangunan proyek IDB yang telah disetujui dan mulai
berjalan sejak diterbitkanya SPMK (Surat Perintah Mulai Pekerjaan) bulan
Oktober yang lalu. Segenap pimpinan dan warga UIN Sunan ampel turut
bergembira menyambut datangnya masa depan UIN Sunan ampel yang lebih
baik. Proyek yang harapannya selesai 14 bulan ini pastinya akan membawa
perubahan perubahan, baik meningkatnya infrastruktur maupun kenyamanan
akademis nantinya.
Disana
sini UIN Sunan Ampel sudah mulai disibukkan dengan menyempitnya ruang
area dan mobilitas yang cukup tinggi. Banyak sekali perubahan-perubahan,
mulai dari area yang mulai berkurang, banyaknya lalu lalang
transportasi material proyek sampai bertambahnya penghuni baru tenaga -
tenaga proyek yang berada di lingkungan UIN Sunan Ampel
Untuk
itu dalam rangka memperlancar proyek ini, serta demi keamanan bersama,
perlu bersama sama meningkatkan kesadaran. Tidak hanya dilakukan oleh
kontraktor dan konsultan pengawas melalui K3 Proyek nya (Keamanan
Keselamatan Kerja Proyek) tetapi juga dari pihak direksi yang dalam hal
ini UIN Sunan Ampel. Pihak UIN Sunan Ampel yang diberikan otoritas penuh
diwilayahnya harus memastikan seluruh warga UIN juga perlu diberikan
ruang yang nyaman dan aman dalam penyelenggaraan akademis.
Untuk
mencapai kenyamanan dalam penyelenggaraan akademis, selain target
kualitas, kuantitas, dan waktu yang tepat maka harus ada sinergi bersama
antara pihak kontraktor, konsultan perencana,konsultan pengawas dan
pihak direksi. Semua mempunyai peran masing masing dalam menyusukseskan
proyek ini. Pihak dari direksi dan konsultan bersinergi untuk
pengendalian mutu dan volume (agar secara kualitas dan kuantitas
pekerjaan terpenuhi). Sedangkan pihak kontraktor selain target pekerjaan
juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan akademis.
Di dalam setiap pelaksanaan proyek, kontraktor harus mengajukan Request
kepada konsultan pengawas dan pihak direksi. Pengajuan tersebut harus
mendapatkan persetujuan dan pertimbangan - pertimbangan teknis dari
konsultan maupun direksi yang dituangkan dalam lembar inspeksi dan
berita acara. Setiap pekerjaan dari kontraktor harus terkontrol dengan
baik, seperti kesiapan dilapangan, alat, material dan metode kerja harus
jelas penempatan dan fungsinya. Sehingga harapannya setiap memulai
pekerjaan, semua sudah siap dan utamanya tidak menggangu jalannya
akademis. Kemudian untuk tahap pelaksanaannya kontraktor harus memenuhi
K3 yang sudah disyaratkan pedoman KemenPU. Termasuk kelengkapan APD
(Alat Pelindung Diri) yang wajib digunakan seperti : Helm proyek, Safety
Boot, Kacamata maupun alat alat pelindung yang sekiranya diperlukan.
Begitu
juga dari Konsultan pengawas, yang begitu besar peranannya di dalam
mengawal kesuksesan suatu proyek. Langkah awal administrasi, sebelum di approve pengajuan pekerjaan/Request
harus dipastikan kondisi pengajuan tertulis dengan kondisi dilapangan
harus sesuai. Perlu dipertimbangkan aspek aspek teknis agar tidak
mengganggu jalannya dilingkungan akademis. Untuk pelaksanaannya pun
konsultan harus selalu stanby memastikan ukuran dan kualitas pekerjaan
sesuai dengan Spesifikasi Kontrak.
Selain
itu juga semua warga UIN sunan ampel harus tanggap dan memperhatikan
kondisi disekitar kita, terutama sejak dimulainya pembangunan proyek
IDB. Aspek aspek yang perlu diperhatikan bersama antara lain :
- Area akademis yang semakin menyempit, mengharuskan kita untuk seperlunya saja mengunakan kendaraan pribadi maupun aktifitas - aktifitas keluar yang dirasa tidak begitu penting, lebih baik kita tidak keluar kesana kemari;
- Banyaknya pendatang dari tenaga proyek, yang beraneka daerah maupun budaya proyek, mengharuskan kita untuk lebih berhati hati dalam bergaul maupun berinteraksi;
- Mobilisasi alat berat maupun material - material, membuat aktifitas perjalanan masuk dan keluar ke kampus semakin terbatas;
- Jangan mendekati area proyek, karena dikhawatirkan disekitarnya dimungkinkan banyak paku, percikan las maupun material material yang diatas kepala kita, yang bisa saja sewaktu waktu membahayakan kita
Untuk
itu masukan untuk kontraktor, seyogyanya juga harus menyiapkan area
steril khusus area proyek untuk menimbun stok material maupun alat
sehingga mempunyai area tersendri dan tidak mengganggu aktifitas di
kampus. Kontraktor tidak bisa mengunakan area yang seharusnya untuk
kenyaman akademis (akses jalan,area parkir) digunakan dengan seenaknya
untuk keperluan proyek. Begitu pula area tanaman - tanaman besar yang
seharusnya dapat memberikan keteduhan bersama menjadi berkurang. Untuk
itu diperlukan manajemen pengelolaan tata layout yang baik, untuk
menentukan daerah mana area proyek, mana area yang tidak boleh untuk
proyek. Sehingga dari proyek berjalan lancar,akademis tidak terganggu.
Untuk
itu UIN Sunan ampel harus mengambil kebijakaan - kebijakan terbaik agar
dapat mengendalikan jalannya proyek dan tetap memberikan kenyamanan
bagi warganya.Terimakasih.
Sumber : http://www.uinsby.ac.id/kolom/id/14/meningkatkan-kesadaran-bersama-dalam-pengawasan-pembangunan-proyek-idb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar