Jumat, 03 Juni 2016

Meningkatkan kesadaran bersama dalam pengawasan pembangunan Proyek IDB

 
Fajar Setiawan
Dosen Teknik sipil UIN Sunan Ampel

Syukur alhamdullilah,, pembangunan proyek IDB yang telah disetujui dan mulai berjalan sejak diterbitkanya SPMK (Surat Perintah Mulai Pekerjaan) bulan Oktober yang lalu. Segenap pimpinan dan warga UIN Sunan ampel turut bergembira menyambut datangnya masa depan UIN Sunan ampel yang lebih baik. Proyek yang harapannya selesai 14 bulan ini pastinya akan membawa perubahan perubahan, baik meningkatnya infrastruktur maupun kenyamanan akademis nantinya.

Disana sini UIN Sunan Ampel sudah mulai disibukkan dengan menyempitnya ruang area dan mobilitas yang cukup tinggi. Banyak sekali perubahan-perubahan, mulai dari area yang mulai berkurang, banyaknya lalu lalang transportasi material proyek sampai bertambahnya penghuni baru tenaga - tenaga proyek yang berada di lingkungan UIN Sunan Ampel

Untuk itu dalam rangka memperlancar proyek ini, serta demi keamanan bersama, perlu bersama sama meningkatkan kesadaran. Tidak hanya dilakukan oleh kontraktor dan konsultan pengawas melalui K3 Proyek nya (Keamanan Keselamatan Kerja Proyek) tetapi juga dari pihak direksi yang dalam hal ini UIN Sunan Ampel. Pihak UIN Sunan Ampel yang diberikan otoritas penuh diwilayahnya harus memastikan seluruh warga UIN juga perlu diberikan ruang yang nyaman dan aman dalam penyelenggaraan akademis.

Untuk mencapai kenyamanan dalam penyelenggaraan akademis, selain target kualitas, kuantitas, dan waktu yang tepat maka harus ada sinergi bersama antara pihak kontraktor, konsultan perencana,konsultan pengawas dan pihak direksi. Semua mempunyai peran masing masing dalam menyusukseskan proyek ini. Pihak dari direksi dan konsultan bersinergi untuk pengendalian mutu dan volume (agar secara kualitas dan kuantitas pekerjaan terpenuhi). Sedangkan pihak kontraktor selain target pekerjaan juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan akademis.

Di dalam setiap pelaksanaan proyek, kontraktor harus mengajukan Request kepada konsultan pengawas dan pihak direksi. Pengajuan tersebut harus mendapatkan persetujuan dan pertimbangan - pertimbangan teknis dari konsultan maupun direksi yang dituangkan dalam lembar inspeksi dan berita acara. Setiap pekerjaan dari kontraktor harus terkontrol dengan baik, seperti kesiapan dilapangan, alat, material dan metode kerja harus jelas penempatan dan fungsinya. Sehingga harapannya setiap memulai pekerjaan, semua sudah siap dan utamanya tidak menggangu jalannya akademis. Kemudian untuk tahap pelaksanaannya kontraktor harus memenuhi K3 yang sudah disyaratkan pedoman KemenPU. Termasuk kelengkapan APD (Alat Pelindung Diri) yang wajib digunakan seperti : Helm proyek, Safety Boot, Kacamata maupun alat alat pelindung yang sekiranya diperlukan.

Begitu juga dari Konsultan pengawas, yang begitu besar peranannya di dalam mengawal kesuksesan suatu proyek. Langkah awal administrasi, sebelum di approve pengajuan pekerjaan/Request harus dipastikan kondisi pengajuan tertulis dengan kondisi dilapangan harus sesuai. Perlu dipertimbangkan aspek aspek teknis agar tidak mengganggu jalannya dilingkungan akademis. Untuk pelaksanaannya pun konsultan harus selalu stanby memastikan ukuran dan kualitas pekerjaan sesuai dengan Spesifikasi Kontrak.

Selain itu juga semua warga UIN sunan ampel harus tanggap dan memperhatikan kondisi disekitar kita, terutama sejak dimulainya pembangunan proyek IDB. Aspek aspek yang perlu diperhatikan bersama antara lain :

  1. Area akademis yang semakin menyempit, mengharuskan kita untuk seperlunya saja mengunakan kendaraan pribadi maupun aktifitas - aktifitas keluar yang dirasa tidak begitu penting, lebih baik kita tidak keluar kesana kemari;
  2. Banyaknya pendatang dari tenaga proyek, yang beraneka daerah maupun budaya proyek, mengharuskan kita untuk lebih berhati hati dalam bergaul maupun berinteraksi;
  3. Mobilisasi alat berat maupun material - material, membuat aktifitas perjalanan masuk dan keluar ke kampus semakin terbatas;
  4. Jangan mendekati area proyek, karena dikhawatirkan disekitarnya dimungkinkan banyak paku, percikan las maupun material material yang diatas kepala kita, yang bisa saja sewaktu waktu membahayakan kita

Untuk itu masukan untuk kontraktor, seyogyanya juga harus menyiapkan area steril khusus area proyek untuk menimbun stok material maupun alat sehingga mempunyai area tersendri dan tidak mengganggu aktifitas di kampus. Kontraktor tidak bisa mengunakan area yang seharusnya untuk kenyaman akademis (akses jalan,area parkir) digunakan dengan seenaknya untuk keperluan proyek. Begitu pula area tanaman - tanaman besar yang seharusnya dapat memberikan keteduhan bersama menjadi berkurang. Untuk itu diperlukan manajemen pengelolaan tata layout yang baik, untuk menentukan daerah mana area proyek, mana area yang tidak boleh untuk proyek. Sehingga dari proyek berjalan lancar,akademis tidak terganggu.

Untuk itu UIN Sunan ampel harus mengambil kebijakaan - kebijakan terbaik agar dapat mengendalikan jalannya proyek dan tetap memberikan kenyamanan bagi warganya.Terimakasih.

Sumber : http://www.uinsby.ac.id/kolom/id/14/meningkatkan-kesadaran-bersama-dalam-pengawasan-pembangunan-proyek-idb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar